Gerbang Menuju Dunia Baru, Sebuah Konsep

|

Pernah terpikir oleh anda, suatu dunia yang tidak ada keraguan didalamnya? Sebuah dunia yang keadilan hanya terdapat didalamnya? Didalamnya terdapat keadilan, kebesaran, dan kekuasaan yang hakiki... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut? Dunia itu bahkan lebih canggih daripada Jepang, AS, ataupun dunia dari belahan dunia lain... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut? Dunia itu bahkan lebih nyata daripada dimensi 3, 4 atau 5 sekalipun... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut?

Dalam dunia tersebut, terdapatlah kata sakral yang tabuh jika dikatakan oleh makhluk, abadi atau kekal...

Dunia itu tidak lain adalah...

Kita semua sudah pernah mendengarnya, namun mungkin belum sempat saja mengunjunginya...

Dunia yang takkan pernah ada kata (maaf) "bajingan", "brengsek" yang hanya mungkin akan diucapkan oleh makhluk selain kita, yang ada hanya kata Subhanallah, Astaghfirullah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Ill Allah, Allahu Akbar?

Kita semua sudah pernah mendengarnya, namun mungkin belum sempat saja mengunjunginya...

Namun jangan khawatir, kita semua pasti bisa merasakannya...
Entah dapat nikmat atau mudharat (naudzubillahi min dzalik)... Tergantung kepada apa yang kita gantungkan, amalkah, ibadahkah, atau sekedar biji dzarrah? Tapi, dzarrah pun bisa menjadi suatu kausal yang amat menentukan... Karena tdk akan ada dzarrah yang tertinggal, apa lagi terlewatkan...
Ini merupakan konsep yang amat luar biasa dari Sang Maha Luar Biasa, suatu konsep yang takkan lekang oleh waktu, takkan berubah hingga Ia menetapkan suatu keputusan, suatu konsep yang sungguh luar biasa, tanpa batas (infinity) namun Ia mampu melampauinya (beyond)...


Konsep yang luar biasa ini, belum tentu dapat dirasakan rasio yang sekarang, rasio manusia yang berkembang, takkan mampu menelan rasio yang amat sempurna...
Salah satu perwujudan konsep ini ialah, adanya akhirat (surga-neraka)...
Rasio manusia animismatif - dinamismatif (arldi), hanya bisa mengungkap bahwa manusia itu mendapat sesuatu yang disebut resurrect (penghidupan kembali), tanpa ada peninjauan mengenai konsep ini...

Rasio manusia animismatif - dinamismatif (arldi)
itu terbantahkan ketika konsep ini muncul...

Salah satu isi konsep adanya surga dan neraka, alias akhirat, ialah bahwa manusia abadi dan kekal didalamnya...
Namun, apakah manusia benar - benar abadi dan kekal seperti yang Allah SWT janjikan?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Namun, kekal mana manusia dengan Allah Jal Jalaaluh?

Apakah kekekalan itu sama bagi seorang makhluk dengan Sang Pencipta-nya?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar kekal, itu merupakan kesalahan besar!
Namun jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar tidak kekal, maka anda juga salah besar!

Perlu ditekankan bahwa konsep ini jangan sampai disalah artikan...
Jika begitu, maka makhluk seperti Siti Jennar pun akan kembali dihidupkan...
Akan muncul suatu paham yang merupakan primitivitas rasio manusia, yaitu manunggaling kaula Gusti, dimana penganutnya merupakan Fir'aun2 era baru, yang dengan congkaknya menyatakan bahwa dirinya suci, sesuci Allah Jal Jalaaluh? Sungguh suatu kesalahan besar...

Lalu apa maksud dari statement ini?

Apakah kekekalan itu sama bagi seorang makhluk dengan Sang Pencipta-nya?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar kekal, itu merupakan kesalahan besar!
Namun jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar tidak kekal, maka anda juga salah besar!

Perlu ditekankan pula bahwa manusia itu tidak kekal, namun makhluk manusia pula bisa hidup selamanya... Mengapa?

Allah Jal Jalaaluh merupakan Dzat yang Maha Abadi, Kekal, Suci... Namun Allah juga memiliki sifat mustahil, salah satunya berbohong! Meskipun Allah bisa saja berbohong (karena apa sih yang tdk bisa dilakukan oleh-Nya?), namun tentu saja mustahil!
Allah itu Suci, Maha Kuasa, terhindar dari yang jelek - jelek, tdk seperti manusia...
Allah bisa berbohong, tapi takkan mungkin! Karena Ia adalah Dzat yang Maha Suci!
Lalu apa kaitannya dengan pembahasan konsep yang tadi kita bicarakan?

Perlu diketahui bahwa manusia itu tidaklah abdi, yang abadi ialah janji Allah!

Manusia masuk syurga, mereka kekal didalamnya...
Manusia masuk neraka, mereka kekal didalamnya...

Jika Allah Jal Jalaaluh menghendaki mereka tiada (benar - benar tidak ada), sudah pastilah mereka (penghuni syurga / neraka) tiada, alias hancur, hilang, tak berwujud lagi...

Namun, apakah mungkin Allah bertindak demikian?
TIDAK!

Jika Allah Jal Jalaaluh melakukannya, maka Allah takkan mau!
Karena Allah tidak mungkin menyalahi janjinya:

"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jadi, manusia itu tetap tidak kekal, cuma Allah SWT lah satu - satunya yang kekal!
Namun, Allah juga tidak mungkin menyalahi janjinya...

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ini merupakan suatu konsep yang luar biasa!
Subhanallah!
Kurang baik apa Allah kepada makhluk-Nya?!

Fabiayi aala irabbikuma tukadziban!





.::: Semoga pembahasan ini tidak menimbulkan penafsiran berbeda, berikan kritikan, masukan, ataupun lainnya, jika ada opini ataupun fakta yang ingin anda sampaikan... terimakasih! :::.

0 komentar:

Posting Komentar