Kisah Nabi Uzair, Keledainya, dan Konsep Resurrection

|


Tahukah anda siapa itu Nabi Uzair as?
Mungkin sebagian dari anda belum mengetahuinya...
Beliau adalah salah seorang dari kekasih Allah SWT, sekaligus seorang nabi...
Namun beliau bukan merupakan Rasul, sehingga beliau tidak menyiarkan apa yang diwahyukan kepada beliau, sehingga hanya sebagian masyarakat saja yang mengetahui bahwa Uzair ialah seorang nabi...

Beliau oleh orang yahudi disembah seperti Nasrani menyembah Nabi Isa putra Maryam, oleh orang yahudi Nabi Uzair dianggap sebagai anak tuhan! Masya Allah! Sungguh kaum2 yang amat kufur, yang kelak akan mendapat azab oleh Allah Jal Jalaaluh...

Terlepas dari itu, beliau (Nabi Uzair) memiliki kisah yang unik mengenai masalah kiamat dan hari akhir...
Berikut kurang lebih merupakan kisahnya:


Nabi Uzair as merupakan seorang orang yang hidup berkecukupan, beliau memiliki kebun buah - buahan yang luas... Namun, biarpun berkecukupan, ada satu hal yang amat menganggu pikirannya, bagaimana Allah SWT menghidupkan kembali orang yang sudah mati ketika hari pembangkitan makhluk tiba?

Pertanyaan itulah yang kerap dipikirkan oleh Nabi Uzair as... Hingga suatu kejadian mengubah pola pikirnya itu, dari bingung, hingga menjadi "Subhanallah"...

Suatu hari, Nabi Uzair as pergi memanen buah - buahan di kebunnya, beliau membawa seekor keledai sebagai alat transportasi sekaligus pengangkut hasil panennya...

Karena kebun yang beliau miliki cukup luas, maka pada suatu waktu Nabi Uzair as beristirahat di bawah pohon rindang bersama keledainya, yang tentu sudah ia ikat sebelumnya...


Karena Nabi Uzair as kelelahan, maka tertidurlah ia beberapa saat...

Namun ketika beliau terbangun, beliau terkejut melihat keledai yang diikatkanya sudah menghilang, beliau bingung, padahal beliau merasa hanya tidur beberapa saat, namun, berani sekali ada orang yang mencuri keledai beserta hasil panen?! Pikir beliau...

Lalu beliau berdoa kepada Allah SWT mengenai prihal kehilangan keledai tersebut, meminta petunjuk dan pertolongan-Nya...

Lalu Allah SWT berkalam lewat perantara-Nya:
"Wahai Uzair, berapa lamakah engkau tertidur?"

Nabi Uzair as menjawab:
"Paling beberapa saat, mungkin hanya sepertiga siang ini saja"

Lalu Allah SWT berkalam lewat perantara-Nya:
"Tidak sadarkah engkau, jikalau engkau sudah tertidur selama seratus tahun? Keledai yang engkau bawa sudah menjadi tulang belulang, begitu pula dengan hasil panen yang engkau bawa, sudah hancur

Nabi Uzair as termenung beberapa saat...

Kemudian dengan kuasa Allah SWT, dihidupkanlah kembali keledai yang sudah menjadi tulang belulang tepat dihadapan Nabi Uzair as...

Setelah itu, Nabi Uzair as sadar, lalu beliau bertaubat dan meminta maaf kepada Allah SWT, karena telah meragukan kekuasaan Allah SWT, prihal menghidupkan kembali yang sudah mati!
SUBHANALLAH!


::: Semoga kisah tadi bisa menjadi I'tibar bagi kita semua, dimana kita tidak boleh meragukan sedikitpun kekuasaan Allah SWT :::

Kematian, Pola Penghancur Dimensi Ruang dan Waktu

|

Kematian...
Tahukah anda apa itu arti kematian?
Sekedar meninggalkan dunia-kah? Atau hanya merupakan gerbang dunia ini dengan dunia lain?
Jika anda berpikir demikian, mungkin anda ada benarnya, namun kematian tidak sesederhana itu.
Dibalik kematian, terdapatlah suatu misteri antara dimensi ruang dan waktu, yang masih bisa dikuak dan dipelajari berdasarkan rasio akal manusia...


Ketika seorang anak Adam meninggal, mutlak ia akan terpisah dari dunia nyata ini menuju dunia yang lebih "nyata". Dengan kata lain, ia akan menuju ke alam yang tingkatnya lebih tinggi dari pada tingkat alam dimensi manusia, yaitu dimensi tiga. Lalu si anak Adam akan menuju alam Barzah menemui 2 orang malaikat interogator ulung, Munkar wa Nankir.

Ketika madrasah dulu, guru agama sering menyatakan jikalau si anak Adam tersebut memiliki amalan yang buruk, maka ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan dari Munkar wa Nankir, sehingga ia akan disiksa dengan azab yang pedih oleh 2 orang malaikat tersebut hingga nanti hari kiamat tiba.

Sebaliknya, ketika anak Adam tadi berhasil menjawab semua pertanyaan 2 malaikat, maka kedua malaikat tadi mempersilakan sang anak Adam untuk tidur beristirahat menunggu hari kiamat tiba. Lalu si anak Adam pun tidur dengan nyenyak hingga nanti hari kiamat datang, dimana ia akan dibangkitkan kembali dengan kuasa Allah SWT...

Namun, ketika hari kiamat tiba, anak Adam yang tidur tadi hanya merasakan tidur yang sebentar, paling hanya tidur selama 1/2 hari. Dari saat malaikat 2 tadi menanyakan pertanyaan dan mempersilakan ia tidur, ia hanya merasakan tidur yang sebentar.

Lain halnya dengan anak Adam yang tidak bisa menjawab pertanyaan kedua malaikat tadi, ia akan merasakan waktu yang sangat lama dalam penyiksaan bersama Munkar wa Nankir. Bahkan waktu tersebut lebih lama dari pada saat dunia dimulai hingga hari kiamat tiba.

Mengapa terjadi hal demikian?
Mengapa waktu yang dirasakan oleh dua anak Adam di atas berbeda? Biarpun mereka mati dalam waktu yang bersamaan sebelum datangnya kiamat? Mereka tetap merasakan waktu yang berbeda!
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Berikut penjelasan ilmiahnya:

Pertama, menurut kajian ilmu astronomi.
Jika ditinjau menurut ilmu astronomi, lamanya bumi berputar dan waktu tempuh bumi dalam berevolusi mengelilingi matahari, berbeda dengan planet - planet yang lainnya. Sehingga ini menyebabkan perbedaan lamanya waktu satu hari di bumi dengan satu hari di planet lain. Satu hari di bumi ini mungkin bisa lebih cepat ketimbang satu hari di planet lain, bisa juga satu hari bumi lebih lambat beberapa waktu ketimbang satu hari di planet lain.

Perbedaan planet saja bisa menyebabkan perbedaan waktu yang cukup signifikan, apalagi perbedaan dimensi.



Itu jugalah yang menyebabkan usia Jin lebih panjang ketimbang usia manusia. Jin bisa hidup hingga ribuan tahun - bahkan mungkin bisa mencapai ratusan ribu tahun, sedangkan manusia hanya paling bisa berusia puluhan tahun. Sehingga, ketika ada kejadian orang diculik Jin misalnya, maka orang tersebut paling hanya merasakan 3 hari berada di alam Jin. Sedangkan orang lain yang berada pada alam manusia, merasakan orang yang diculik tadi sudah hilang berbulan - bulan lamanya! Bukankah ini aneh? Tiga hari di alam Jin (Dimensi 4) bisa terasa hingga berbulan - bulan di alam manusia (Dimensi 3)!

Tidak! Ini sama sekali tidak aneh jika dikaji menurut hukum ilmiah dan agama!
Perbedaan 1 dimensi (Dimensi Jin - Dimensi manusia) saja bisa menyebabkan tenggang selisih waktu makhluk yang cukup besar, apalagi perbedaannya bisa mencapai 9 dimensi! (Dimensi manusia:3, dimensi ruh manusia:12)
SUBHANALLAH!




Kedua, jika dikaji berdasarkan ilmu fisika: Relativitas.

Pernahkah anda merasakan waktu berjalan lebih cepat ketika anda sedang bermain game, dibanding ketika anda sedang menunggu angkutan umum?

Pernahkah anda merasakan waktu berjalan lebih cepat ketika anda sedang tidur, dibanding ketika anda sedang begadang?

Pernahkah anda merasakan waktu berjalan lebih cepat ketika anda sedang melamun, dibanding ketika anda sedang belajar di sekolah?



Ini merupakan salah satu konsep fisika, relativitas.
Ketika kita sedang bermain game, waktu 2 - 3 jam, hanya akan terasa sebentar. Atau sama sekali tidak terasa bagi seorang game-aholics!
Namun ketika kita sedang menunggu seseorang, pasti akan terasa lama sekali. Atau ketika imam sholat membaca surat yang panjang, kebanyakan kita pasti akan ngedumel masalah surat yang dibaca imam, lamaaa sekali! Bukan begitu?

Bagimana perbedaan tenggang waktu itu terjadi?
Ketika tidur, melamun, ataupun main game, waktu terasa cepat!
Ketika belajar disekolah, bekerja, ataupun ketika begadang waktu terasa lama!

Bisakah itu semua dijelaskan menurut Ilmiah dan Agama?
Bisa! Pelajari lebih dalam Al-Qur'an, anda akan menemukan beberapa bukti bahwa hal - hal tersebut bisa terjadi! SUBHANALLAH!

Gerbang Menuju Dunia Baru, Sebuah Konsep

|

Pernah terpikir oleh anda, suatu dunia yang tidak ada keraguan didalamnya? Sebuah dunia yang keadilan hanya terdapat didalamnya? Didalamnya terdapat keadilan, kebesaran, dan kekuasaan yang hakiki... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut? Dunia itu bahkan lebih canggih daripada Jepang, AS, ataupun dunia dari belahan dunia lain... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut? Dunia itu bahkan lebih nyata daripada dimensi 3, 4 atau 5 sekalipun... Tahukah anda apa nama dari dunia tersebut?

Dalam dunia tersebut, terdapatlah kata sakral yang tabuh jika dikatakan oleh makhluk, abadi atau kekal...

Dunia itu tidak lain adalah...

Kita semua sudah pernah mendengarnya, namun mungkin belum sempat saja mengunjunginya...

Dunia yang takkan pernah ada kata (maaf) "bajingan", "brengsek" yang hanya mungkin akan diucapkan oleh makhluk selain kita, yang ada hanya kata Subhanallah, Astaghfirullah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Ill Allah, Allahu Akbar?

Kita semua sudah pernah mendengarnya, namun mungkin belum sempat saja mengunjunginya...

Namun jangan khawatir, kita semua pasti bisa merasakannya...
Entah dapat nikmat atau mudharat (naudzubillahi min dzalik)... Tergantung kepada apa yang kita gantungkan, amalkah, ibadahkah, atau sekedar biji dzarrah? Tapi, dzarrah pun bisa menjadi suatu kausal yang amat menentukan... Karena tdk akan ada dzarrah yang tertinggal, apa lagi terlewatkan...
Ini merupakan konsep yang amat luar biasa dari Sang Maha Luar Biasa, suatu konsep yang takkan lekang oleh waktu, takkan berubah hingga Ia menetapkan suatu keputusan, suatu konsep yang sungguh luar biasa, tanpa batas (infinity) namun Ia mampu melampauinya (beyond)...


Konsep yang luar biasa ini, belum tentu dapat dirasakan rasio yang sekarang, rasio manusia yang berkembang, takkan mampu menelan rasio yang amat sempurna...
Salah satu perwujudan konsep ini ialah, adanya akhirat (surga-neraka)...
Rasio manusia animismatif - dinamismatif (arldi), hanya bisa mengungkap bahwa manusia itu mendapat sesuatu yang disebut resurrect (penghidupan kembali), tanpa ada peninjauan mengenai konsep ini...

Rasio manusia animismatif - dinamismatif (arldi)
itu terbantahkan ketika konsep ini muncul...

Salah satu isi konsep adanya surga dan neraka, alias akhirat, ialah bahwa manusia abadi dan kekal didalamnya...
Namun, apakah manusia benar - benar abadi dan kekal seperti yang Allah SWT janjikan?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Namun, kekal mana manusia dengan Allah Jal Jalaaluh?

Apakah kekekalan itu sama bagi seorang makhluk dengan Sang Pencipta-nya?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar kekal, itu merupakan kesalahan besar!
Namun jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar tidak kekal, maka anda juga salah besar!

Perlu ditekankan bahwa konsep ini jangan sampai disalah artikan...
Jika begitu, maka makhluk seperti Siti Jennar pun akan kembali dihidupkan...
Akan muncul suatu paham yang merupakan primitivitas rasio manusia, yaitu manunggaling kaula Gusti, dimana penganutnya merupakan Fir'aun2 era baru, yang dengan congkaknya menyatakan bahwa dirinya suci, sesuci Allah Jal Jalaaluh? Sungguh suatu kesalahan besar...

Lalu apa maksud dari statement ini?

Apakah kekekalan itu sama bagi seorang makhluk dengan Sang Pencipta-nya?
"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar kekal, itu merupakan kesalahan besar!
Namun jika anda berpendapat bahwa manusia benar - benar tidak kekal, maka anda juga salah besar!

Perlu ditekankan pula bahwa manusia itu tidak kekal, namun makhluk manusia pula bisa hidup selamanya... Mengapa?

Allah Jal Jalaaluh merupakan Dzat yang Maha Abadi, Kekal, Suci... Namun Allah juga memiliki sifat mustahil, salah satunya berbohong! Meskipun Allah bisa saja berbohong (karena apa sih yang tdk bisa dilakukan oleh-Nya?), namun tentu saja mustahil!
Allah itu Suci, Maha Kuasa, terhindar dari yang jelek - jelek, tdk seperti manusia...
Allah bisa berbohong, tapi takkan mungkin! Karena Ia adalah Dzat yang Maha Suci!
Lalu apa kaitannya dengan pembahasan konsep yang tadi kita bicarakan?

Perlu diketahui bahwa manusia itu tidaklah abdi, yang abadi ialah janji Allah!

Manusia masuk syurga, mereka kekal didalamnya...
Manusia masuk neraka, mereka kekal didalamnya...

Jika Allah Jal Jalaaluh menghendaki mereka tiada (benar - benar tidak ada), sudah pastilah mereka (penghuni syurga / neraka) tiada, alias hancur, hilang, tak berwujud lagi...

Namun, apakah mungkin Allah bertindak demikian?
TIDAK!

Jika Allah Jal Jalaaluh melakukannya, maka Allah takkan mau!
Karena Allah tidak mungkin menyalahi janjinya:

"... Mengalir sungai - sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya..."

Jadi, manusia itu tetap tidak kekal, cuma Allah SWT lah satu - satunya yang kekal!
Namun, Allah juga tidak mungkin menyalahi janjinya...

Jadi, bisa disimpulkan bahwa ini merupakan suatu konsep yang luar biasa!
Subhanallah!
Kurang baik apa Allah kepada makhluk-Nya?!

Fabiayi aala irabbikuma tukadziban!





.::: Semoga pembahasan ini tidak menimbulkan penafsiran berbeda, berikan kritikan, masukan, ataupun lainnya, jika ada opini ataupun fakta yang ingin anda sampaikan... terimakasih! :::.